Monday, 8 July 2013

Tips Menjaga Kebugaran Bekerja, DiSaat Ibadah Berpuasa (Bagian-1)

Puasa adalah suatu bentuk pola diet, yang memberikan dampak luar biasa dahsyat, bagi tubuh kita jika dijalankan dengan benar, persoalannya bagaimana dengan kondisi kita para pekerja, yang harus tetap ber aktifitas, ditengah suasana puasa ? Nah berikut ini Saya coba ulas mengenai hal ini(dua bagian) kira-kira tips apa saja, yang harus dilakukan seorang muslim yang bekerja, untuk menjaga kebugaran dalam bekerja, disaat Berpuasa, agar kondisi tubuh tetap prima, disela-sela produktifitas kerja.

Mengapa puasa menjadi metode diet yang luar biasa? karena puasa selain mengatur cara makan dan minum, juga melibatkan faktor psikologis, sehingga produksi berbagai zat-zat kimia yang masuk kedalam tubuh seperti ko enzim, enzim serta hormone, dalam kondisi yang ideal sehingga memungkinkan metabolisme tubuh, dalam kondisi top performance, yang berdampak pada kebugaran tubuh manusia.



Jika seperti itu, bagaimana memadukan antara aktivitas ibadah, sekaligus mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita? Yuk simak penjelasan detail dari seorang ahli gizi Pramono. dikutip tulisan ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin ini, dari Grup Gerakan Sadar Gizi.



1. Persiapkan Psikologis Anda untuk melaksanakan ibadah puasa.


Dengan modal psikologis yang baik dan siap, kita akan dapat melaksanakan ibadah puasa dengan senang dan ikhlas. Rasulullah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah mengendalikan sekaligus mengatur emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah

Kondisi psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kitatumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai.

2. Jangan tinggalkan sahur


Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa "Bersabda Rasulullah SAW: "Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar".

Mengapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?, Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup.

Perlu diketahui bahwa setiap hari tubuh kita memerlukan lebih dari 50 jenis zat gizi. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis dan asin.

Jangan lupa menu harus seimbang zat gizinya artinya harus cukup sumber zat tenaga, zat pembangun serta zat pengatur termasuk cairan. Kebutuhan minum minimal sehari adalah 2 liter.

Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap.

Makanan yang asin akan membuat tubuh kita boros air (cairan), kekurangan cairan akan menyebabkan dehidrasi yang berakibat kelelahan dan lemas. Selain itu hindari minuman yang bersifat diuritik artinya minuman yang merangsang kita sering kencing seperti teh dan kopi.

3.Akhirkan waktu sahur.


Sebaiknya jika sahur dilakukan menjelang imsyak, agar pasokan makanan dan zat gizi kita akan lebih tahan lama, sehingga ketika siang hari tidak akan merasa cepat lapar dan lemas.

4. Jangan tidur setelah sahur.


Kebiasaan yang kurang baik sering kita lakukan adalah tidur setelah sahur bahkan shalat subuh jadi kesiangan. Tidur setelah sahur sangat tidak dianjurkan karena membuat badan menjadi lesu dan bau mulut juga tidak enak, oleh sebab itu akhirkan sahur mendekati waktu imsyak agar setelah sahur dapat siap-siap ke masjid untuk shalat shubuh.

5. Cukup tidur minimal 5 jam.


Agar dapat cukup tidur sebaiknya tidur tidak terlalu larut malam setelah sholat Isya dan Tarawih dilanjutkan Tadarus sebaiknya segera tidur jadi ketika 1/3 malam terakhir dapat bangun dengan badan segar dan ibadah bisa kita laksanakan dengan semangat baik sholat tahajud maupun tadarus Al-Qur-an.

No comments:

Post a Comment